Baru beberapa bulan lalu saya dilamar oleh kekasih. Sebetulnya ayah dan bunda calon suami saya baik. Mereka menerima saya dengan tangan terbuka.
Yang menjadi ganjelan adalah calon kakak ipar. Calon suami saya hanya berdua saudara, dan kakaknya perempuan. Dia wanita karier yang sukses dan belum menikah.
Kalau kebetulan kami bertemu, misalnya ada acara keluarga calon suami dan saya diundang, dia terang-terangan memperlihatkan sikap kurang suka dengan saya. Dia menyindir-nyindir penampilan saya. Di lain kesempatan dia pura-pura nggak melihat saat saya tegur. Pernah juga dia menyindir saya karena saya datang terlambat saat ada acara syukuran di rumahnya. Ibunya pernah menegur dengan cara menyenggol lengannya, tapi dia seperti tak peduli.
Calon suami cenderung takut dengan kakaknya itu. Calon suami pernah cerita kalau dia segan dengan kakaknya itu, karena kakaknya yang banyak membantu finansial dia saat masih kuliah.
Lebaran tahun lalu saya masih bisa menghindar tidak hadir di acara silaturahmi keluarga besar calon suami, karena kami belum resmi tunangan.
Namun Lebaran kali ini saya sulit menghindar, karena sudah resmi dilamar. Jujur saya enggan sekali untuk datang. Malas sekali bertemu dengan calon kakak ipar yang bersikap kurang bersahabat.
Waktu saya curhat ke calon suami kalau saya ‘takut’ ketemu kakaknya, calon suami menanggapi dengan enteng: emang dia mau gigit kamu kok takut? Santai aja.
Mohon saran, bagaimana saya harus bersikap saat bertemu dia? Apakah saya datang sebentar saja ke rumah calon mertua dengan alasan ada acara keluarga lain?
Dan bagaimana menyiapkan mental saat nanti sudah menikah. Saya khawatir dia akan ‘lebih galak’ dan ‘mendominasi’ keluarga kecil kami?
Ditunggu sekali sarannya. Terimakasih.
Qilana – Jaksel
SARAN: Sungguh kami simpati dengan masalah yang sedang Anda hadapi. Terbayang bagaimana bingungnya Anda. Tidak silaturahmi rasanya tidak mungkin, karena sudah resmi sebagai calon menantu. Tapi kalau silaturahmi takut gak kuat kalau dinyinyirin calon kakak ipar.
Langkah Anda sudah benar dengan menceritakan kegundahan Anda kepada calon suami. Kalau dia menanggapi dengan santai begitu, belum tentu dia tidak peduli masalah Anda. Tapi mungkin karena dia sendiri tidak tahu harus memberi saran apa.
Jadi sebaiknya Anda membuka kembali pembicaraan lagi masalah ini. Sampaikan bahwa Anda cemas sekali kalau harus berhadapan dengan kakaknya. Coba bilang ke tunangan Anda: bagaimana kalau dia bersikap cuek aja sama kakaknya itu? Dan bagaimana kalau Anda akan berusaha menyingkir aja kalau kakaknya itu mulai menyindir-nyindir?
Dengan kata lain, Anda membawa ‘rencana strategi’ dalam diskusi itu. Mudah-mudahan dengan rencana sikap yang akan Anda perlihatkan saat nanti bertemu calon kakak ipar, calon suami Anda bisa memberikan saran yang lebih afdol apa yang sebaiknya Anda lakukan, karena dia pasti lebih kenal sifat kakaknya.
Intinya menghadapi seseorang yang kurang suka dengan kita, sebaiknya tidak memperlihatkan rasa takut padanya. Sikap hormat itu harus, tapi sesuai porsinya saja. Misalnya kalau tradisi di keluarga calon suami ‘wajib’ salim atau cium tangan kepada yang lebih tua atau dihormati, lakukan itu.
Selebihnya, Anda tidak harus duduk atau berdiri dekatnya. Bila calon suami duduk di dekat dia Anda bisa duduk di tempat yang agak jauh. Mungkin Anda bisa mengajak ngobrol anggota keluarga calon suami yang sikapnya netral.
Usahakan jangan menjawab bila disindir oleh kakak calon suami itu. Jawab dengan senyum saja. Setelah itu pelan-pelan melipir menjauh dari dia.
Anda harus bersikap percaya diri. Bahwa adiknya memilih Anda sebagai calon istri, pasti karena Anda memiliki kelebihan. Dan kalaupun calon suami Anda pernah mendapat bantuan finansial saat kuliah, itu adalah urusan calon suami Anda dengan kakaknya.
Setelah menikah, pastikan tinggal terpisah dari mertua dan kakak ipar. Dan itu harus dibicarakan dengan calon suami Anda sejak sekarang. Ini permasalahan yang harus dibahas secara serius.
Kalau calon suami seperti menghindar membicarakan hal ini, Anda harus tegas mengatakan: kita harus bicarakan hal ini sekarang atau keluarga kita akan terancam bubar hanya karena intervensi orang luar!
Mudah-mudahan dengan sikap yang jelas dan perencanaan matang saat sudah resmi menikah nanti, kehidupan rumah tangga Anda akan berjalan baik. Usahakan singkirkan dulu duri-duri yang akan mencederai keutuhan rumah tangga Anda, sebelum pernikahan berlangsung.
Semoga Anda lebih siap dan lebih pede bersilaturahmi ke rumah camer setelah membaca saran kami ini. Selamat Idul Fitri. Selamat bersilaturahmi.***
Ilustrasi: Pinterest
#silaturahmicalonmertua
#masalahcalonkakakipar
#calonmertua
#calonkakakipar
#silaturahmi
#idulfitri
#hariraya
« Prev Post
Next Post »